Tampilkan postingan dengan label Iptek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iptek. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 April 2016

Indosat 4G Catat Skor Tercepat di Jakarta

Beberapa waktu lalu, CHIP.co.id dan Sinyal.co.id berkolaborasi melakukan uji jaringan 4G di wilayah DKI Jakarta. Pengujian kami lakukan di beberapa wilayah ramai, tepatnya di 15 titik wilayah Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat.

Hasilnya, cukup mengagetkan, dan berikut ini merupakan hasil uji jaringan 4G di Jakarta yang sudah dilakukan oleh tim CHIP dan SINYAL. Tim melakukan uji jaringan 4G di Jakarta 23-24 Maret lalu, operator yang diuji CHIP dan SINYAL merupakan tiga operator besar di Indonesia yakni, Telkomsel, XL, dan Indosat.




Ponsel yang kami gunakan untuk berkeliling dalam melakukan pengujian jaringan 4G adalah Lenovo P1 Turbo. Sementara paket Internet 4G yang kami gunakan adalah:

Paket Super Internet Indosat 13,5 GB Rp199.000

Paket Telkomsel Flash 8 GB Rp 250.000

Paket HotRod PRIORITAS 10 GB Rp 200.000

Indosat Catat Skor Tercepat


sumber:
chip.co.id

Rabu, 19 Maret 2014

Berapa Kecepatan Bolt 4G di Jakarta

Mimpi sebagian besar pengguna internet di Indonesia adalah memiliki kecepatan koneksi yang kencang dan harga terjangkau.

Karena itu, mereka selalu bereaksi negatif ketika mengetahui kecepatan internet Indonesia belum menunjukkan kemajuan signifikan, bahkan termasuk terlelet se-Asia.


Mimpi itu seakan terwujud manakala Internux meluncurkan apa yang mereka sebut sebagai modem Bolt 4G, yang menjanjikan “10x faster Speed” dan kecepatan hingga 72Mbps. Apakah janji itu benar adanya atau hanya marketing gimmick?

Menurut hasil pengujian PCPlus (lihat selengkapnya di sini), kecepatan koneksi Bolt 4G tak pernah menyentuh angka 72Mbps, bahkan 20Mbps saja pun tidak. Mereka melakukan pengujian menggunakan netbook Intel Atom dan smartphone Android Quad-Core di beberapa titik di Jakarta.

Hasilnya, kecepatan maksimal Bolt 4G hanya 13,20 Mbps (download) di daerah Kramat Jati, Jakarta Timur saat menggunakan netbook. Sementara itu, ketika menggunakan smartphone, kecepatan tertinggi hanya 17,82Mbps di daerah Balai Kartini, Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Ya, memang, kecepatan itu tergolong tinggi dibandingkan dengan rata-rata kecepatan koneksi yang diberikan modem 3G dari berbagai operator. Persoalannya, kinerja Bolt 4G masih labil dan tergantung lokasi. Di daerah Pondok Pinang, Jakarta Selatan, misalnya, kecepatan download hanya 1,13Mbps ketika diuji menggunakan netbook. Sementara itu, di daerah Fatmawati hanya 2,02Mbps ketika diuji dengan smartphone.

Meski demikian, bagi Anda yang tinggal di Jakarta, bisa jadi Bolt 4G adalah alternatif menarik dibanding produk lain yang beredar selama ini.

sumber:
http://www.chip.co.id/news/web_internet-hardware/10646/uji_kecepatan_bolt_4g_di_jakarta

Rabu, 04 Desember 2013

Android Rajanya Tablet OS Sekarang hingga 5 Tahun Mendatang

Penjualan tablet akan naik lebih dari 50 persen pada tahun 2013 dibanding tahun lalu tetapi pertumbuhan ini akan mulai melambat jelang 2017.

Demikian hasil penelitian International Data Corporation (IDC).

Pengiriman tablet di seluruh dunia akan naik 53,5 persen dibanding tahun lalu menjadi sekira 221,3 juta unit. Menariknya, IDC memperkirakan tablet Windows belum akan populer dalam waktu dekat, sementara tablet berlayar besar semacam iPad Air bisa bergeliat kembali.

“Tren pasar cenderung ke tablet kecil secara besar-besaran dalam 24 bulan terakhir, tetapi kenaikan ponsel besar bisa mendorong konsumen ke tablet yang lebih besar karena perbedaan antara ponsel pintar 6 inci dan tablet 7 inci tak cukup sebagai jaminan untuk membeli keduanya,” kata IDC.

Pada tahun 2013, Android tetap memimpin pasar dengan porsi 60 persen, naik dari 52 persen pada tahun 2012, sementara iOS turun dari 45,6 persen menjadi 35 persen pada periode yang sama. Keduanya diprediksi menurun pada tahun 2017, sementara tablet Windows mulai mendapatkan pasarnya sendiri.



chip.co.id

Jumat, 04 Oktober 2013

Kata Bill Gates, Kombinasi Tombol Ctrl-Alt-Del Adalah Kesalahan Kami

Jika Anda terbiasa menggunakan PC yang berbasis Windows, tentu Anda mengenal kombinasi tombol Control-Alt-Delete.

Mungkin Anda pernah berpikir, mengapa harus memencet kombinasi tiga tombol itu secara bersamaan?


Bill Gates, salah satu pendiri Microsoft, baru-baru ini, mengakui bahwa hal itu adalah kesalahannya.

The Verge melaporkan, dalam sebuah kampanye penggalangan dana di Universitas Harvard, dia mengatakan, “Kami sebenarnya bisa mendapat satu tombol, namun pendesain keyboard di IBM tak mau memberikan satu tombol itu pada kami.”

Orang yang dimaksud Gates adalah David Bradley, seorang insinyur yang bekerja di IBM –pada saat itu.

Dialah yang menciptakan kombinasi tombol ctrl-alt-del tersebut. Bradley mengatakan, “Meski saya yang menciptakan kombinasi tersebut, namun Bill (Gates)-lah yang mempopulerkannya.”

Menurut Gates, kombinasi tombol tersebut sejatinya didesain untuk mencegah aplikasi lain untuk memalsukan laman login dan mencuri password.

Di Windows NT, pengguna memang dipaksa untuk menekan kombinasi tersebut untuk bisa login ke PC.

Kini, kombinasi ctrl-alt-del masih digunakan di Windows 8, untuk mengunci PC, ataupun mengakses task manager.

sumber:
chip.co.id